Curhat Istri Muhyani, Penjaga Kambing yang Sempat Dibui karena Melawan Maling

Curhat Istri Muhyani, Penjaga Kambing yang Sempat Dibui karena Melawan Maling
Curhat Istri Muhyani, Penjaga Kambing yang Sempat Dibui karena Melawan Maling

Rosehah (49) istri dari Muhyani (58) penjaga kambing yang tewaskan maling bergolok di Kampung Ketileng, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang mengungkapkan kesulitan keluarganya saat sang suami menjalani wajib lapor ke Polresta Serang Kota.

Pasalnya, sejak kasus Muhyani dinaikkan Satreskrim Polresta Serang Kota ke tahap penyidikan pada bulan Juli 2023 lalu, mengharuskan Muhyani melakukan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis. Hal ini dilakukan selama 3 bulan ke Mapolresta Serang Kota yang terletak di Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Disampaikan Rosehah, ketidakmampuan ekonomi mengharuskan Muhyani mencari ikan di empang untuk mendapatkan uang agar bisa berangkat ke Mapolresta Serang Kota memenuhi panggilan wajib lapor.

“Itu pas wajib lapor juga harus nyari ikan dulu buat beli bensin, buat beli rokok yang nganter. Jadi nyari ikan dulu, kalau ga nyari ikan ya dapat duit darimana? Jadi nyari ikan pakai tangan buat dijual lagi, itu kadang dapet kadang enggak, kalau dapet juga ga tentu, kadang Rp10 ribu, kadang Rp60 ribu,” ungkap Rosehah ditemui di kediamannya, Rabu (13/12).

“Emang yang nganter sih enggak minta, tapi kan kita enggak enak kalau enggak ngasih buat bensinnya, buat rokoknya,” imbuhnya.

Kata Rosehah, pekerjaan sang suami sebagai buruh serabutan membuat keluarganya nyaris tak pernah punya uang berlebih. Meski terkadang tak ada beras untuk dimasak menjadi hal yang biasa dialaminya.

Sementara, keempat anak laki-lakinya kini sudah berumah tangga dan semuanya tak memiliki pekerjaan tetap sehingga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya masing-masing.

“Yah bapak (Muhyani) mah apa aja, kadang kuli bangunan, kadang tani, kadang itu jaga kambing, gimana ada yang nyuruh. Tapi kuli bangunan kan jarang-jarang. Kalau enggak kerjaan ya nyari ikan di empang di Domas, di Pontang, itu juga kadang dapet, kadang enggak,” ujarnya.

“Anak saya laki-laki semua, ada empat, tapi udah nikah semua, yah namanya juga orang susah yah. Dan mereka pun kadang kerja, kadang enggak,” imbuhnya.

Bahkan, saat sang suami ditahan di Rutan Serang sejak Kamis (7/12) lalu, membuat Rosehah pun terpaksa mencari pekerjaan untuk memenuni kebutuhan sehari-hari dengan menjadi pengasuh anak.

Meski diakui Rosehah, pekerjaan mengasuh anak pun tak pernah didapatinya setiap hari lantaran terbentur ongkos untuk bisa ke tempat orang yang mempekerjakannya.

“Kadang saya kerja bantu orang pas bapak ditahan, ngasuh dari pagi sampai sore, itu juga ga tiap hari, ya lumayan kadang dikasih Rp30 ribu, kadang Rp50 ribu,” kata Rosehah.

Dan kini, kondisi suami yang sudah mulai sakit-sakit akibat penyakit paru-paru yang dideritanya sejak 2 tahun lalu. Hal ini membuat Rosehah pun kembali cemas mencari biaya untuk perjalanan suami ke Pengadilan Negeri (PN) Serang saat proses persidangan sudah berjalan.

Saat ini Muhyani sudah kembali ke rumah usai permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang pada Rabu (13/12). Meski begitu proses hukum terhadap Muhyani masih berjalan hingga nanti sidang vonis dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang.

“Ini mau sidang juga mikirin buat berangkatnya, sekarang aja beras ga punya. Kan bolak-balik itu kan mesti nyari buat bensin,” tandasnya.


#beritaterkini
#beritaviral#judionline#judislot#promojudi#slotgacor

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *