5 Fakta Terkait Mahasiswa IPB Hilang di Pulau Sempu dan Ditemukan Meninggal Dunia

5 Fakta Terkait Mahasiswa IPB Hilang di Pulau Sempu dan Ditemukan Meninggal Dunia
5 Fakta Terkait Mahasiswa IPB Hilang di Pulau Sempu dan Ditemukan Meninggal Dunia

Belum lama ini, seorang mahasiswa IPB University, Galang Edhy Swasono, dilaporkan hilang saat mengikuti kegiatan Ekspedisi Studi Konservasi Lingkungan (Surili) 2023 di Cagar Alam (CA) Pulau Sempu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tepatnya pada Rabu 27 Desember 2023.

Kabar mahasiswa IPB hilang tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti. Dia mengatakan, Galang Edhy Swasono dari Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB.
“Kami sampaikan bahwa salah satu mahasiswa kami dilaporkan hilang. Kami amat prihatin atas kejadian yang tidak diinginkan ini. Saat ini, kami terus berupaya, berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengumpulkan informasi dan bersama dalam proses pencarian korban. Semoga saudara Galang bisa segera ditemukan,” ujar Yatri dalam keterangannya, Kamis 28 Desember 2023.

Dan pada hari ini, Jumat (29/12/2023), Galang Edhy Swasono ditemukan meninggal dunia. Jenazah anggota Himakova Fahutan IPB tersebut ditemukan di Tanjung Semut pagi tadi.

“Jasad Galang ditemukan di Tanjung Semut berdasarkan informasi dari nelayan dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi pukul 06.50 WIB,” ujar Dekan Fahutan IPB University Prof Dr Naresworo Nugroho dalam keterangannya, Jumat (29/12/2023).

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk dilakukan autopsi.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surabaya Muhamad Hariyadi menyampaikan, Galang ditemukan setelah pihak SAR mendapatkan laporan dari nelayan yang menemukan sesosok mayat di Teluk Semut, Perairan Pulau Sempu sekitar pukul 07.30 WIB. Ada pun jenazahnya telah dievakuasi ke Pantai Sendangbiru.

“Proses evakuasi berjalan lancar. Kurang lebih pukul 07.50 WIB, jenazah sudah dievakuasi ke Pantai Sendangbiru dari titik temuan,” kata Hariyadi.

Berikut sederet fakta terkait mahasiswa IPB yang hilang saat ekspedisi di Pulau Sempu Malang, Jawa Timur dan ditemukan meninggal dunia

Seorang mahasiswa IPB University, Galang Edhy Swasono, dilaporkan hilang saat mengikuti kegiatan Ekspedisi Studi Konservasi Lingkungan (Surili) 2023 di Cagar Alam (CA) Pulau Sempu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Rabu 27 Desember 2023.

Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti membenarkan hal tersebut. Galang Edhy Swasono dari Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB.

“Kami sampaikan bahwa salah satu mahasiswa kami dilaporkan hilang. Kami amat prihatin atas kejadian yang tidak diinginkan ini. Saat ini, kami terus berupaya, berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengumpulkan informasi dan bersama dalam proses pencarian korban. Semoga saudara Galang bisa segera ditemukan,” ujar Yatri dalam keterangannya, Kamis 28 Desember 2023.

Menurut jadwal, kegiatan ekspedisi Studi Konservasi Lingkungan (Surili) berlangsung 18 Desember 2023 – 2 Januari 2024. Tim ekspedisi yang diikuti oleh 16 orang mahasiswa dan 12 orang mahasiswi mulai memasuki kawasan Cagar Alam Pulau Sempu pada 21 Desember 2023.

Sebelum melakukan kegiatan penelitian, mereka telah melakukan persiapan matang dan memperoleh pemahaman lokasi secara memadai. Tim ini juga didampingi oleh dua orang petugas Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Timur.

Sejak mulai berkegiatan pada 21 Desember 2023, semuanya berjalan normal dan lancar dengan aktivitas masing-masing sesuai kelompok pemerhati sampai dengan tanggal 26 Desember 2023.

Pada Rabu 27 Desember 2023, sekitar pukul 09.00 WIB diperoleh informasi bahwa salah seorang mahasiswa asal Banjarnegara, Jawa Tengah ini melanjutkan pengamatan di satu titik sekitar 400 meter dari basecamp Telogo Lele dengan membawa alat kelengkapan pengamatan namun tidak membawa handphone (HP).

“Pada saat jam makan siang yang seyogyanya kembali ke basecamp sesuai dengan kesepakatan bersama, yang bersangkutan tidak juga kembali,” kata dia.

Kemudian, pada pukul 15.00 WIB, tim internal beserta mahasiswa lainnya melakukan pencarian ke titik yang sudah ditentukan, tetapi yang bersangkutan tidak ditemukan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *