SD Sukamanah Jonggol Bogor Belajar di Tengah Banjir

SD Sukamanah Jonggol Bogor Belajar di Tengah Banjir
SD Sukamanah Jonggol Bogor Belajar di Tengah Banjir

Banjir merendam SDN Sukamanah 02 di Jalan Manduhur, Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan ketinggian banjir bahkan mencapai betis orang dewasa. Air merendam seluruh area lapangan dan menggenangi tiga ruang kelas.

“Meski begitu di hari pertama seharusnya masuk sekolah. Tapi karena banjir jadi diliburkan,” kata Andri, Senin (8/1/2024).

Namun, besok, lanjut Andri kegiatan belajar mengajar para siswa dan guru akan kembali dimulai.

Ada pun banjir di sekolah tersebut terjadi sejak Minggu, 7 Januari dan berlangsung sampai Senin siang tadi akibat curah hujan tinggi.

“Tapi barusan informasi yang saya terima, air yang menggenangi ruang kelas sudah surut,” ucapnya.

Andri mengatakan setiap musim hujan, sekolah tersebut kerap jadi langganan banjir karena posisi sekolah lebih rendah. Selain itu, di area tersebut tidak ada saluran pembuangan air, sehingga ketika diguyur hujan air tidak terbuang keluar.

“Waktu itu juga kebanjiran tapi hanya lapangan saja. Sekarang masuk ke ruangan. Karena memang sekolah itu dibangun di dataran paling rendah dan bekas sawah,” jelasnya.

Untuk mencegah banjir kembali terulang, pihaknya telah meminta petugas BPBD untuk menyiapkan mesin pompa untuk menyedot air.

“Tadi juga airnya disedot oleh petugas BPBD. Ke depan kita akan lakukan normalisasi saluran air supaya ketika hujan air tidak tumpah semua ke area sekolahan,” kata dia.

Selain SDN Sukamanah 02, banjir juga sempat merendam perumahan Puri Asri 3. Namun, banjir berangsur surut dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

“Banjir Kantor Desa Singajaya juga tadi sudah surut juga. Anggota kami masih terus memantau karena masih ada potensi curah hujan tinggi,” ucapnya.

Banjir menerjang kawasan Perum Puri Asri 3, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Minggu sore (7/1/2024).

Banjir akibat luapan anak Sungai Cipandan merendam sedikitnya 85 unit rumah. Sebanyak 52 jiwa yang terdampak banjir terpaksa mengungsi.

“Sebanyak 15 orang diungsikan ke Kantor Pemasaran Perum Puti Asri dan 37 orang memutuskan meninggalkan lokasi ke rumah keluarganya di luar Jonggol,” kata Kapolsek Jonggol Kompol Mulyadi Asep Fajar, Senin (8/1/2024).

Rumah-rumah yang terendam sebagian besar sudah dihuni pemiliknya. Sisanya masih belum ditempati atau berupa rumah kosong.

Fajar mengatakan, hingga Senin siang, banjir masih merendam rumah-rumah penduduk. Namun ketinggian banjir tidak separah pada Minggu sore.

“Tinggal menunggu air surut, tapi pembersihan tetap dilakukan secara bergotong royong baik dari petugas dan warga setempat,” ucapnya.

Asep menerangkan, hujan deras sepanjang siang di wilayah Jonggol menyebabkan terjadi peningkatan debit anak Sungai Cipandan. Hilir sungai yang tidak mampu menampung peningkatan air, memicu terjadinya banjir di Perum Puri Asri 3.

“Debit sungai meluap melewati batas normalnya akibat curah hujan sangat tinggi,” kata dia.

Menurutnya tim gabungan masih memantau perkembangan situasi di lokasi, mengingat masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *