Deretan 11 Perusahaan yang Terima Persetujuan ETF Bitcoin Spot dari SEC

Deretan 11 Perusahaan yang Terima Persetujuan ETF Bitcoin Spot dari SEC
Deretan 11 Perusahaan yang Terima Persetujuan ETF Bitcoin Spot dari SEC

Regulator sekuritas AS (SEC) pada Rabu, 10 Januari 2024 menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) pertama yang terdaftar di AS untuk melacak bitcoin. Ini merupakan sebuah titik balik bagi mata uang kripto terbesar di dunia dan industri kripto yang lebih luas.

Dilansir dari Yahoo Finance, Kamis (11/1/2023), Komisi Sekuritas dan Bursa AS menyetujui permohonan ETF dari 11 perusahaan pendaftar yaitu VanEck, Bitwise, Fidelity, Franklin, Valkyrie, Hashdex, Ark Invest, Grayscale, BlackRock, WisdomTree, Invesco Galaxy.

Beberapa produk diperkirakan akan mulai diperdagangkan pada Jumat, 12 Januari 2024 waktu AS memulai persaingan sengit untuk mendapatkan pangsa pasar. Produk-produk tersebut yang sedang dalam proses pembuatan selama satu dekade merupakan pengubah permainan bagi bitcoin.

menawarkan investor institusional dan ritel eksposur terhadap mata uang kripto terbesar di dunia tanpa secara langsung memegangnya, dan merupakan dorongan besar bagi industri kripto yang dilanda serangkaian skandal.

Analis Standard Chartered minggu ini mengatakan ETF dapat menarik hingga USD 100 miliar atau setara Rp 1.555 triliun (asumsi kurs Rp 1.557 per dolar AS) dana masuk pada tahun ini, berpotensi mendorong harga bitcoin mencapai USD 100.000 atau setara Rp 1,5 miliar.

Bitcoin terakhir naik 3% di kisaran USD 47.300 atau setara Rp 735,8 juta. Mata uang kripto ini telah melonjak lebih dari 70% dalam beberapa bulan terakhir sebagai antisipasi ETF, dan mencapai level tertinggi sejak Maret 2022 di awal minggu.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) Gary Gensler mengeluarkan peringatan kepada investor kripto di X (sebelumnya Twitter), karena banyak manajer aset menunggu keputusan akhir mengenai aplikasi dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (ETF).

Dilansir dari Yahoo Finance, Rabu (10/1/2024), dalam sebuah utas di X Gensler meminta investor untuk berhati-hati dan waspada terhadap risiko yang terkait dengan cryptocurrency.

Dia menekankan penyedia layanan kripto mungkin tidak mematuhi undang-undang sekuritas federal dengan menawarkan sarana investasi kripto dan kripto bisa sangat berisiko dan mudah berubah.

Gensler juga menyoroti penipuan di industri kripto, dengan menyatakan penipu terus mengeksploitasi meningkatnya popularitas aset kripto untuk memikat investor ritel agar melakukan penipuan.

Dia mengutip contoh-contoh seperti penawaran koin palsu, skema Ponzi dan piramida, dan pencurian langsung oleh promotor proyek kripto.

Pernyataan ketua SEC muncul hanya beberapa jam setelah beberapa penerbit ETF Bitcoin Spot mengajukan amandemen aplikasi kepada SEC. Pengajuan ini adalah salah satu langkah terakhir dalam proses persetujuan ETF kripto di Amerika Serikat.

Manajer aset termasuk Valkyrie, WisdomTree, BlackRock, VanEck, Invesco dan Galaxy, Grayscale, ARK Invest dan 21Shares, Fidelity, Bitwise dan Franklin Templeton semuanya telah mengajukan aplikasi untuk ETF Bitcoin spot.

SEC telah mempertimbangkan permohonan untuk ETF Bitcoin spot selama beberapa tahun tetapi belum menyetujuinya. Badan tersebut telah menyatakan keprihatinannya tentang volatilitas Bitcoin dan potensi manipulasi di pasar spot Bitcoin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *